Jumat, 03 April 2015

Cerpen Pilihan Favorit Admin

Cerita Cinta
Karya : Kezia
Kelas : X IPS
IG/ Twitter : @kmv_27

Pagi ini aku akan bersiap menuju sekolahku yang baru,ya salah satu SMA terfavorit dikota ku. Hari ini adalah hari pertama aku menjadi murid di SMA ini setelah aku mengikuti serangkaian kegiatan MPLS. Perjalanan yang cukup jauh aku lelaui dengan motorku untuk menuju sekolahku. Sesampainya,aku langsung memarkirkan motorku dan berjalan menuju kelasku. Di SMA ini aku belum mengenal seorangpun,aku pun duduk di barisan depan yang kebetulan bangkunya kosong. Tak lama kemudian ada seseorang yang menghampiriku
“Bangku sebelahmu kosong,bolehkah aku duduk disini?” tanyanya
“Tentu saja,silahkan: jawabku tersenyum.
“Oh ya,namaku Verdi. Siapa namamu?” tanyanya sambil menguluirkan tangannya
“Namaku Erick” jawabku sambil menerima uluran tangannya.
Dengan perkenalan yang singkat itu,aku dan Verdi menjadi teman dekat dan akrab. Bahkan kami masuk dalam kelas yang sama,yaitu kelas X-MIA.
Aku dan Verdi semakin akrab,dan kami sepakat mengikuti ekstrakulikuler bersama. Dan kami mengikuti kegiatan ekstrakulikuler teater disekolah kami,yang memang ekskul ini lah yang terfavorit disekolah kami. Saat pertama kami mengikuti kegiatan teater ini,kami tidak bisa melakukan apa apa. Karna jujur saja,aku dan Verdi tidak bisa berakting. Namun dengan latihan dan bimbingn yang diberikan,aku dan Verdi mulai memiliki kemampuan berakting.
“Ver,coba kamu liat cewe yang tinggi itu” kata Erick sambil menunjuk cewe yang berada didepan lab komputer
“Iya aku melihtnya,kenapa? Kau suka?” jawab Verdi sambil tertawa
“Ah hm tidak,aku hanya mengaguminya saja”jawabnya terbata
“Kalau kau suka deketinlah,bukannya dia juga anak teater kan? Jadi kau akan lebih mudah untuk mendekatinya” jawab Verdi
“Hm baiklah,akan kucoba” jawabku.
Sejak saat itu,aku mulai mencari tau informasi tentang cewe itu. Dan ternyata namanya Alya anak kelas XI-MIA. Woww udah cantik,tinggi,pinter pulaa lengkap sudah.
Semakin hari aku semakin terpana dengan sosok Alya ini,sampai akhirnya aku berhasil dekat dengan teman dekat Alya yang bernama Misca. Misca pun mau menolongku untuk dekat dengan Alya. Dan benar saja Misca membantuku untuk dekat dengan Alya. Misca memberikanku nomor ponsel Alya,dan akupun coba untuk menghubunginya. Sejak saat itu,aku mulai dekat dengan Alya. Setiap pagi aku selalu mengunjungi Alya kekelasnya untuk mengobrol dan bercanda sebelum bel masuk. Aku dan Alya semakin dekat,dan aku pun dapat melihat Alya juga suka kepadku. Namun aneh,aku tidak bisa mengungkapkan kalau aku suka padanya,sampai pada akhirnya Alya dekat dengan anak yang baru pindah pada semester dua yang bernama Denis. Semakin hari mereka semakin dekat,bahkan Denis dan Alya sering pulang dan berangkat bersama ke sekolah. Akupun memutuskn untuk menjauh dari Alya. Saat itu adalah wakktu kenaikkan kelas dimana aku dapat naik ke kelas XI dengan nilai yang baik,dan Alya naik ke kelas XII.
“Udah lu kaga usah galau gara-gara Alya sama Denis,mending lu cari aja ntar anak baru buat gantiin Alya” kata Misca menghibur Erick
“Hm iya juga sih,kebetulan gua juga diminta jadi partisipan buat MPLS tahun ini” jawabku menyetujui saran Misca.
Waktu MPLS pun tiba,aku dan Misca memang sangat dekat. Bahkan saat MPLS pun aku bersama Misca terus
“Rick,coba lu liat cewe yang pake kacamataitu” kata Misca sambil menunjuk seorang cewe
“Iya iya gua liat,kenapa emang?” jawabku
“Cewe itu sekilas mirip Alya,hanya saja dia memakai kacamata” jawanya
“Memang sih kalau aku liat,dia memang mirip dengan Alya” jwabku memperhatikan cewe itu
“Ya udah,lu sikat aja gih. Dari pada lu galau mulu gara gara Alya. Gua liat papan namanya,nama dia Kayla” seru Misca
“Kayla? Hm okelah nanti gua coba deketin anak itu: jawabku.
Kegiatan MPLS ini berlangsung selama 3 hari,selama itu aku selalu memperhatikan Kayla. Kalau diliat-liat dia memang cantik.

Hari ini adalah hari pertama ku bersekolah di sekolah baruku. Akupun bergegas berangkat kesekoolah agar aku tidak terlambat dihari pertamaku ini. Saat tiba disekolah,aku bergegas menuju kelasku. Aku duduk sebangku dengan teman SD ku dulu,namanya Keke. AKu dan Keke begitu dekat,namun tidak hanya dengan Keke saja,aku msih memiliki 2 orang teman dekat lagi Pica dan Gina, Kami berempat sangat dekat dikelas,bahkan kami dalam kelas yang sama,X-IIS. Saat jam istirahat
“Kayla!”
Aku mendengar ada seseorang yang memanggilku,akupun menenggok kebelakang. Namun aku tidak mengenali orang tersebut
“Iya,ada apa ya?” jawabku
“Oh ya,kenalkan namau Erick anak XI-MIA” jawabnya seraya mengulurkan tangannya
“Namaku Kayla ka” jawanku sambil menyalami tangannya.
Saat Erick dan Kayla berjabat tangan,Alya melihat kejadian itu dan entah mengapa dia merasa cemburu melihat Erick mendekati Kayla.
Setelah perkenaln itu,Erick dan Kayla mulai dekat dan semakin dekay,namun Erick ternyata memiliki saingan untuk mendapatkan Kayla,dia adalah Verdi anak XI-MIA yang adalah teman dekatnya.
Erick dan Hery bersaing untuk mendapatkan Kayla.
“Kayla,lu mau gak jadi pacar gua?” tanya Hery pada Kayla
“Hm gimana ya ka,aku gak enak sama ka Erick. AKu takut kaka sama ka Erick jadi berantem karna aku” jawab Kayla.
Sejujurnya Kayla juga bingung memilih Erick atau Verdi,namun menurut teman-temannya dia ;ebih baik bersama Verdi.
“Tidak usah pikirkan soal Erick,dia biar jadi urusanku” jawab Verdi
“Hm...baiklah ka,aku mau” jawabku.
Mulai saat itu Verdi dan Kayla resmi berpacaran. Namun Erick tidak mengetahui kalau Kayla sudah menerima cintanya Verdi.
Keesokkan harinya,sepulang sekolah. Erick menghampiri Kayla
“Kay,boleh ngomong bentar?” tanya Erick
“Oh iya,boleh ka. Ada apa?” jawabnya
“Sebenernya kaka suka sama kamu,kamu mau gak jadi pacar kaka?”
Mendengar perkataan Erick yang menyatakan perasaannya,Kayla diam tidak tau harus menjawab apa.
“Kay,jawab dong” pinta Erick
“Maaf ka,aku harus pergi” Jawabnya seraya berlari
Erick pun bingung ada apa dengan Kayla. Sampai akhirnya Erick tau,bahwa Kayla sudah berpacaran dengn Verdi. Yaa Erick kembali kecewa,Erick pun mulai menjauh dari Kayla.
Namun hubungan Verdi dan Kayla tidak berjalan mulus,mereka hnaya mampu menjalin hubungan selama 2 minggu. Setelah itu Verdi memutuskan Kayla dengan alsan yang tidak jelas. Mengetahui Verdi dan Kayla sudah putus,Erick pun kembali mendekati Kayla. Dan semakin hari,Erick dan Kayla semakin dekat
“Kay,aku mau jawaban dari kamu soal pertanyaan aku” kata Erick
“Pertanyaan yang mana ka?” tanya Kayla
“Kamu mau gak jadi pacar aku?” ulang Erick
Tanpa pikir panjang Kayla langsung menjawab
“Iya,aku mau ka”
MUlai saat itu,Kayla dan Erick berpacaran. Namun satu yang Kayla tidk tau,bahwa Erick belum sepenuhnya bisa melupakn Alya.
Satu bulan hubungan mereka berjalan baik-baik,namun memasuki bulan ke 3 hubungan mereka disitulah mereka mulai menghadapi masalah. Dimana Erick menceritakan semua masa lalunya dengan Alya dan yang membuat Kayla sakit hati adalah,Erick menyukainya hanya karna dia mirip dengan Alya. Semenjak itu mereka sering sekali bertengkar,dan tak jarang Erick membandingkan Kayla dengan Alya. Dengan pertengkaran itu,sempat membuat mereka putus. Namun berhasil diselesaikan tanpa harus membuat mereka putus. Makin hari makin ada masalah yang muncul,apalagi saat Kayla melihat Erick dan Alya sedang bersama dikantin saat pulang sekolah, itu membuat Kayla cemburu dan bergegas pulang. Memasuki bulan ke 5 hubunga mereka, diawali dengan masalah Erick selingkuh. Dan saat itupun Alya memutuskan Erick. Namun Erick tidak terima dan terus berusaha mempertahankan hubungannya dengan Kayla,dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi. Kayla pun memberikan kesempatan kepada Erick untuk memperbaiki kesalahannya. Dan dari saat itu,hubungan Kayla dan Erick semakin harmonis,bahkan mereka sudah menginjak setengah tahun hubungan mereka.
Yaa daari sekian banyak masalah yang ada dalam hubungan Erick dan Kayla, mereka dapat melaluinya dan terus bersama sampai saat ini. Saat Erick dan Kayla sama sama sudah lulus SMA.


SELESAI

Cerpen Pilihan 3

Happy BornDay
Karya : Joshua
Kelas : X IPS
Matahari menyapu tiap sudut kamar Febby. Memberikan kiasan cahaya yang menyilaukan. Lelaki ini membuka kedua matanya, menyadari esok hari telah tiba. Dengan semangat, ia beranjak turun dari ranjangnya, mengambil laptop dan membuka Facebook.
“Happy… Birthday… I wish U all the best,” lelaki ini tampak mengetik sesuatu di dinding salah satu teman Facebook-nya. Selesai mengetik, ia tersenyum puas, kemudian mematikan laptop dan mengembalikannya.
Febby mengambil handuk, kemudian memutuskan untuk mandi pagi.
Selesai mandi, Febby memilih seragam sekolah yang hendak ia kenakan. Jum’at, pramuka, batin Febby. Ia mengambil satu stel pakaian pramuka lengkap dengan ikat pinggang, kemudian mengenakannya.
Febby mengambil sebuah kerudung segi empat berwarna cokelat, kemudian mengenakannya. Ia becermin selama 10 menit, memantaskan diri.
“Hari ini istimewa,” gumam Febby. Tak henti-hentinya ia bersenandung kecil.
Ai mengenakan kaus kaki dan sepatu hitamnya, kemudian mengeluarkan sepeda motor kebangganya dari garasi dan mengendarainya.
Kurang lebih 30 menit, Febby sampai di sekolah.
“Pagi, Risa.” Sapa Febby pada teman sekelasnya, Clarissa.
“Pagi, Febby. Hari yang cerah, bukan?” Tanya Clarissa.
“Iya, bagaimana kau bisa tahu?” Jawab sekaligus tanya Febby.
“Hal itu tercermin dari wajahmu. Benar, kau seperti sedang berbunga-bunga” ucap Clarissa. Gadis ini menyunggingkan senyum manis.
“Iya… Tentu saja, hari ini kan…” Belum selesai Febby berucap, Anastasya datang dan memotong ucapannya.
“Dia ulang tahun!” Seru Anas.
“Iya, betul, itu, Nas…” Timpal Clarissa.
“Oh, ya… Bagaimana tentang hadiah itu? Jadi kau berikan?” Tanya Anastasya.
“Aku belum tahu. Mudah-mudahan jadi,” Febby tersenyum, kemudian meletakkan tasnya di kelas.
“Febby, seandainya jadi, bolehkah aku mengabadikannya dengan kamera?” Izin Anas.
“Tidak, aku tidak akan memberikannya secara langsung.” Jawab Febby.
“Melalui perantara?” Tebak Clarissa. Febby mengangguk.
“Tidak langsung? Mengapa?” Tanya Anas dengan wajah bingung.
“Resikonya sangat berat. Seperti… Ejekan, misalnya.” Jawab Febby.
“Tapi, kan, akan lebih berkesan jika kamu yang memberikan,” ucap Anas.
“Ya… Ya… Aku tahu. Sudahlah, jangan dibahas.” Febby mencoba tidak membahas hal itu.
Selama jam pelajaran berlangsung, Febby terus memikirkan soal hadiah itu. Apakah akan ia berikan, atau ia simpan? Tapi sia-sia saja ia membeli jika akhirnya tidak diberikan.
“Aku ingin memberikannya langsung. Tapi…” Gumam Febby. “Sudahlah, cuek saja. Masa bodoh dengan ejekan, yang penting berkesan,”
Akhirnya waktu pulang sekolah tiba. Siswa-siswi berhamburan keluar dari kelas mereka. Febby, ia berjalan menuju kelas X-IPS. Panggilan Clarissa dan Anastasya tak ia hiraukan.
“Permisi… Santi ada?” Tanya Febby di depan pintu kelas X-IPS.
“Ada.” Jawab orang yang Febby beri pertanyaan. “Masuk saja, dia sedang bermain laptop,”
“Laptop, seperti biasa,” gumam Febby. “Terima kasih,”
Febby memberanikan diri masuk ke dalam kelas X-IPS. Orang yang dicarinya ada di sana. Santi, ia sedang serius dengan laptopnya. Kehadiran Febby seperti tak disadarinya.
“Santi…” Panggil Febby.
“Ya?” Jawab Santi. Tatapan matanya masih tertuju pada laptop.
“Hhhhhhhhhhmmmmmmmmmmmmm…” Febby bingung harus berkata apa.
“Ada apa, Febby?” Santi menutup laptopnya, kemudian menatap Febby.
“Hm… Ini, happy bornday.” Febby menyerahkan hadiah yang ia simpan selama berbulan-bulan. Hanya untuk Santi.
“Untukku?” Tanya Santi. Febby mengangguk.
“Semoga kamu suka. Dah…” Pamit Febby.
Santi memandang kepergian Febby dengan wajah bingung. Ia membuka hadiah pemberian Febby. Sebuah boneka panda yang imut.
“Febby, tunggu!” Santi keluar kelas kemudian mengejar Febby.
“Ada apa?” Tanya Febby.
“Terima kasih banyak,” ucap Santi.
“Ya… Sama-sama…” Febby tersenyum. “Sudah dulu, ya… Dah…”
Febby berjalan bersama kedua sahabatnya, Clarissa dan Anastasya. Sementara itu Santi masih tetap di tempatnya berdiri, tak bergeming.
Perlahan senyum tersungging di bibirnya.
“Tunggu hadiah balasanku, Febby.” Ucapnya kemudian. Santi kembali ke kelas, kemudian ia memutuskan untuk pulang.


Cerpen Pilihan 2

Masa SMA
Karya : Kristina S
Kelas : X IPS

   Pagi hari yang cerah  Vita berangkat sekolah diantar oleh kakaknya,Vita sangat senang karena ia nanti bertemu dengan teman-temannya.Vita pun nyampe disekolah nya dan ia langsung masuk kekelas dan menjumpai teman sebangkunya yang bernama Yola dan mengajak ngobrolnya.
Teng!! Teng!! (bel masuk kelas berbunyi)
Seorang Bu Guru pun datang dan kami mulai belajar
“Selamat Pagi bu” Salam Murid – Murid 
“Pagi juga anak-anak” jawab bu guru.
“Sekarang buka bukunya halaman 5 dan kerjakan” Perintah bu guru
“Baik bu” jawab murid – murid

Anak-anak pun membuka bukunya dan mengerjakan soal yang didalam buku itu (1jam 30 menit kemudian) anak-anak pun sudah ada yang mengumpulkan tugasnya.
Teng!! Teng!! (bel istirahat berbunyi)
“Anak – Anak yang belum selesai ,selesaikan dirumah yaa.” Perintah bu guru
“Siap Bu” Jawab Murid – Murid.

Murid-murid pun berjalan menuju kantin sekolah,dan aku pun berjalan menuju kantin bersama sahabat ku.Kami membeli air minum dan roti dan menuju kelas kami,sesampai dikelas kami pun duduk dan asyik mengobrol sambil memakan roti yang kama beli dikantin.
“Yol dikelas ini kamu ada yang suka ngga?” Tanyaku
“Ngga ada disini cowonya biasa-biasa aja kok Vit” (sambil tersenyum)
“Hahaha kamu ini,kalo kakak kelas ??” tanyaku lagi 
“Hm.. ada sih,tapi kayanya dia ngga suka deh sama aku” jawab yola yang pesimis duluan.
“Hm.. ga boleh berprasangka gitu belum tentu dia ngga suka sama kamu,emang siapa namanya trus orangnya yang mana? ” Ujarku.
“Iya juga sih,ituloh yang kakak anggota OSIS  yang namanya Fahya,nanti deh aku tunjukin orangnya” jawab yola.

Teng!! Teng!! (bel selesai istirahat) aku dan yola keluar kelas untuk membuang plastik roti dan Yola pun tidak sengaja  melihat kakak kelas yang ia sukai dan  memberitahu kepada Vita.
“Vit itu kakak kelas yang aku sukai” Ujar yola 
“Yang mana Yoll? “ Tanyaku
“Ituloh yang itu” jawabnya sambil menunjuk
“oh itu,biasa aja kok orangnya yoll” Sindirku
“itu menurut kamu Vit,kan pendapat kita beda” Ujar Yolanda yang agak sedikit kesal.
“Iya deh,ayo masuk kelas bu guru udah dateng tuh?” ajak Vita
“ayo” jawab yola

Kami pun mulai belajar kembali,bu guru pun mulai mengajar kami dan menulis dipapan tulis lalu dijelaskannya.
20 menit kemudian, Tok Tok Tok...!! (suara pintu) pintu pun dibukakan oleh salah satu siswa,ternyata kakak Ketua OSIS disekolah kita yang bernama Yanti.
“Maaf bu mengganggu,ade-ade maaf mengganggu sebentar kakak ingin membagikan formulir calon anggota OSIS kalo ade - ade berminat menjadi calon anggota OSIS nanti tulis aja di formulirnya lalu tulis misi dan visi kalian,formulir yang udah diisi berikan ke kakak ya, paling lambat besok dikumpulin nya Makasih” Ujar kak Vinetta
“Iya kak” jawab murid – murid
Lalu kami pun belajar kembali,tidak terasa sudah mau bel pulang
Teng!! Teng!! (bel pulang) kami pun membereskan buku” dan alat tulis ke tas lalu berdoa dan pulang,aku pun sudah ditunggu oleh kakak digerbang sekolah.
Sesampai dirumah aku pun mengerjakan pr yg diberikan oleh pak dan bu guru.Tak terasa sudah larut malam aku sudah menyelesaikan semua pr dan waktunya tidur.
Subuh (4.25) aku pun bangun dan membereskan kamar tidurku lalu  mengambil handuk untuk mandi,selesai mandi aku pun memakai baju seragam lalu sarapan dan memakai sepatu,akupun diantar kakak berangkat sekolah memakai motor.Sesampai disekolah akupun seperti biasa mengobrol dengan teman-teman.Aku pun tak lupa memberikan formulir calon anggota OSIS kepada kakak ketua OSIS dan kamipun yang calon anggota OSIS disuruh sepulang sekolah ngumpul dulu di kelas X-IPS untuk seleksi OSIS.Sepulang sekolah pun kami berkumpul dikelas X-IPS semua calon OSIS pun sangat gugup,seleksi pun di mulai dan satu orang satu orang mulai dipanggil ke ruang mandarin.Aku pun dikelas lagi asyik duduk lalu seorang temen cowo ku yang tidak begitu akrab dengan ku berbicara kepada ku.
Hoii,tas kamu kecil-kecil amat-muat apaan tuh?” Sindirnya kepadaku 
“Apaan sih kamu,tas aku gini juga muat untuk buku pelajaran sehari-hari” Jawabku kesal kepadanya
“Ah.. masa sih tas sekecil gini muat untuk buku-buku pelajaran” sindirnya lagi kepadaku
“Yaudah cek aja tuh dalam tasku ada kok buku-buku pelajaran” Jawabku dengan kesal

Ia pun membuka tasku dan melihat semua buku pelajaran sekarang dan didalam tas itu lengkap ada buku-buku pelajaran.Ia pun heran kok dilihat dari luar tas sekecil ini muat untuk semua buku-buku pelajaran dan Ia malu karna sudah mengejek tasnya Vita.
“apa semua buku ditas ku lengkap?” tanya Vita dengan tegas
“iya semua lengkap,maaf aku sudah mengejek tasmu” jawab dia dengan malu – malu .
“iya ngga apa-apa,ohhiya kamu ngga punya bbm yah?” Tanyaku..
“ngga, memang kenapa?” jawabnya heran.
“kok bisa yah? Laptop punya tapi Hp ga punya” Sindir Vita kepadanya.
“hm... meledekku” jawabnya kesal.

Tak terasa giliran aku untuk memasuki ruang mandarin dan bertemu dengan kakak anggota OSIS,sebelum aku keluar kelas X-IPS aku berbicara ‘Semoga kamu ngga diterima untuk jadi calon anggota OSIS aku pun berjalan ke ruang mandarin lalu masuk,didalam aku ditanya misi dan Visi ku.Sangat gugup aku saat menjawab semua pertanyaan kakak OSIS tetapi sesudah aku sudah menjawab semua pertanyaan kakak kelas aku pun keluar dan menuju ke kelas 12 IPS.Tak lama kemudian semua calon anggota OSIS sudah diseleksi semua dan kami dibolehkan pulang dan jumat depan dikasih tau siapa yang diterima dan tidak.
****
Aku pun dirumah melakukan aktivitas seperti biasa dan aku pun membuka hp untuk melihat bbm dan pemberitahuan ‘Charles bergabung dengan grup X-IPS’ aku pun heran sambil melihat fotonya,”kok punya bbm,apa dia membeli hp baru” pikirku.Aku pun langsung menginvite dia dan beberapa menit dia acc bbm akudan ternyata dia acc BBMku,aku pun langsung chat dia.
“PING!!” Memulai obrolan dengan rasa penasaran.
“Apa?” jawabnya dengan singkat.
“Kamu yang tadi meledek tas ku yang kecil kan?” tanyaku.
“Iya,emang kenapa?” jawab Charles
“Kok kamu bisa punya bbm?” Tanyaku dengan heran
“Ya bisa lah” jawab Charles.

Aku pun cuma read bbm dari dia tetapi beberapa menit kemudian hp ku berdering suara bbm dan akupun langsung mengambil hp ku dan melihat itu bbm dari siapa ternyata itu bbm dari dia.
“PING!!” BBM dari Charles
“Iya?” jawabku singkat
“Mau nanya besok pelajaran apa aja yah?”Tanya Charles
“Hm.. Sosiologi,matematika,b.inggris dan PLH” jawabku
“Oke makasih ya” Ujar Charles.
“Ya sama-sama” jawabku..
“Besok ada pr ngga” Tanya Charles
“Ada sosiologi” Jawabku yang agak kesal.
“Yang halaman berapa?” Tanya lagi terus menerus.

Aku pun berpikir ini orang apa ngga punya jadwal pelajaran dari tadi nanya mulu dan menanya besok ada pr atau ngga,cowo yang aneh padahal ia ketua kelas dikelas ku.Aku pun membalas bbm dia.
“Kamu kan ketua kelas,kok kamu ngga tau kalo besok pelajaran apa dan besok ada pr atau ngga??” Tanyaku dengan heran
“Emang ga boleh nanya ya?” Tanyanya kembali kepadaku.
“boleh-boleh aja sih,pr sosiologi hal 7-9” Jawabku.
“Ya makasih Vit,sekarang kamu lagi apa?” tanyanya yang mulai menyimpang dari topic awal.
“Lagi nonton,eh kamu kan nyalonin jadi anggota OSIS? Kalo kita ga kepilih gimana ya,aku deg-degan banget nih” Ujarku kepada Charles
“oh gitu,iyaa aku sih mudah-mudahan keterima kalo ngga ke terima pasti aku malu banget disitu yang penting kita berdoa aja biar kita ke terima” Jawab Charles dengan santai.
“Amin” Jawabku..

Aku pun langsung membalas bbm nya dan langsung tidur karna sudah terlalu malam.
****
Tidak terasa hari ini pemberitahuan yang lolos menjadi anggota OSIS kami pun berkumpul di ruang mandarin.kakak ketua OSIS,Bu Widy dan lima pengurus OSIS pun datang untuk memberitahu siapa yang lolos.Semua calon anggota OSIS pun deg-degan satu persatu pun nama calon anggota OSIS yang terpilih disebut tetapi namaku kok ga disebut-sebut ya apa aku tidak terpilih,tetapi akhirnya aku mendengar ‘Vita kamu lolos’ akhirnya namaku disebut juga puji Tuhan.
“Itulah nama yang lolos untuk menjadi anggota OSIS” kata Bu Widy
Aku merasa senang tetapi kenapa nama Charles tidak disebut,apa dia bener-bener ngga kepilih (Tanya heranku dalam hati),Ternyata benar ia tidak terpilih.
****
Aku pun merasa lebih dekat dengan dia karna kita selalu bbm’an dan aku pun berangkat sekolah dan memulai belajar.Setelah pelajaran selesai dan bel pulang berbunyi  teman sebangku ia menghampiriku dan bertanya.
“Vit kamu suka ya ke Charles?” Tanyanya kepadaku
“Hah kata siapa? Ngga tuh biasa aja” jawabku 
“Kalo dia suka sama kamu gimana?” Tanyanya lagi kepadaku..
“Ya ngga gimana-gimana” aku pun menjawab dengan biasa

Aku pun langsung pulang tapi aku merasa heran kenapa Charles semakin hari ingin lebih dekat dengan ku,apa dia.... ah tidak mungkin lagian aku tidak punya perasaan yang lebih kedia dan aku menganggap dia teman biasa.
Hari demi hari ku lewati,aku pun merasa dekat dengan Charles dan aku pun mulai mempunyai perasaan yang berbeda entah kenapa aku mempunyai perasaan ini,menurutku charles cowo yang baik dan perhatian.Disekolah pun jika aku dekat dengannya ada seperti yang berbeda,Charles pun jika berhadapan dengan ku salting alias salah tingkah.Waktu pulang sekolah aku tidak langsung pulang, aku mengobrol dulu dengan temanku saat aku berdiri aku ditarik oleh teman sebangkunya Charles ke kelas entah untuk apa dan dikelas udah ada Charles,aku pun bingung apa dia mau menyatakan perasaannya. hati ini berdebar sangat kencang,Teman-teman yang belum pulang pun disuruh masuk ke kelas aku pun semakin bingung.Tapi temannya berkata.
“Woy buruan mumpung orangnya disini” Teriak teman baik Charles
“bentar dulu yah aku mau ke wc dulu” Pintaku kepada Charles 
“Jangan!! Bentar dulu ada yang mau aku ngomongin ke kamu” ujar Charles sambil memegang tanganku.
“Iya kamu mau ngomong apa cepetan” Ujarku dengan memburu – buru Charles.

Semua temen udah menatap ku dan dia,dia pun sedikit gugup menyatakan perasaan nya kepada ku.Dia pun mulai berani memegang tanganku dan mengungkapkan perasaan nya.
“Vit aku suka sama kamu,apa kamu mau jadi pacar aku?” Tanyanya kepadaku.
“Apa?Sekali lagi coba ulangin” Pintaku.
“Vit aku suka sama kamu,apa kamu mau jadi pacar aku?” Mengulangi perkataanya tadi.

Aku pun bingung harus bilang ‘Ya’ atau ‘Tidak’,teman-teman pun bilang Terima Terima Terima Vit dan salah satu teman ku berkata ‘Kalo suka,cinta,sayang bilang aja sekarang jangan ditunda-tunda’ aku pun memilih kata hati ku.
“Iya,aku mau jadi pacar kamu” Jawabku kepada pertanyaan Charles.
“Makasih kamu udah mau jadi pacar aku” Ujar Charles kepadaku.
“Ya sama-sama” Jawabku kepada Charles.
Aku pun disitu langsung pulang dan merasa senang karna aku tidak menyangka Charles berani mengungkapkan rasanya kepadaku secara langsung didepan teman-teman.  Aku pun yang awal pacaran sama Charles malu-malu tapi semenjak sudah beberapa bulan aku dan Charles pacaran rasa malu-malu itu pun sudah tidak ada dan semenjak aku sudah dibelikan motor oleh orang tua ku untuk kendaraan ke sekolah aku pun selalu diantar pulang olehnya meskipun tidak sampai  rumah.Ia pun rela naik angkot dari jalan rumahku setelah mengantarku dijalan tersebut. Hari demi hari kulewati bersama dengannya meskipun banyak rintangan , mau rintangan yang susah atau mudah.Aku beruntung memiliki kekasih seperti Charles yang amat baik sekali,aku pun jika ada tugas yang tidakku mengerti aku suka bertanya kepadanya dan sebaliknya Charles pun selalu menanyakan jika dia tidak mengerti. Kami Saling Menyayangi,saling Mencintai , Aku Begitu nyaman sekali berada dekat Charles dan Charles begitu nyaman bersamaku…








Cerpen Pilihan 1

4 Serangkai
Karya : Stevandy Wahyu Kristian
Kelas : X IPS


      Berawal pada masa SMA , ada 4 siswa yang hubungannya beda dengan yang lain mereka berhubungan lebih dari teman yang biasanya mereka disekolah disebut “4 Serangkai” mereka adalah Carleen,Vinetta,Joselin dan Steven.
      Waktu Menunjukan pukul 6.40 pagi. Terlihat semua siswa tergesa – gesa karena sebentar lagi bell masuk sekolah berbunyi, saat semua terlihat tergesa -  gesa akan tetapi mereka terlihat tenang memasukin sekolah.
“Pelajaran apa saja sekarang ??” Tanya Steven kepada kawan – kawannya.
“Apa ? disaat sudah disekolah kamu masih menanyakan jadwal pelajaran ?” jawab Carleen kesal.
“Sudah – sudah, dari pada kalian semua ribut- ribut disini sekarang kita masuk kelas dan taro tas dikelas” Tegas Vinetta
(Mereka pun Memasuki kelas)
“Ting!!! Ting !!!” Bell berbunyi
      Semua siswa keluar dari kelas saat mendengar bunyi lonceng, semua siswa pun berbaris dengan rapih untuk doa bersama. Setelah selesai doa bersama mereka kembali kedalam kelas, dari kejauhan terlihat seseorang siswa dengan pandangan siniss kepada 4 Serangkaii tetapi mereka tidak menyadari kalo sedang diawasi oleh seseorang siswa.
      “Semua Siswa Masuk” Teriak Vinetta Sebagai Ketua Kelas X-IPS
      Semua siswa pun masuk kerena perintah Vinetta Ketua kelas yang dikenal anak tegas dan galak. Tak lama kemudian masuklah guru Bahasa Indonesia dan dimulailah kegiatan belajar mengajar mereka.
****
      Tak terasa Waktu menunjukan pukul 10.00 jam yang di tunggu – tunggu oleh semua siswa, yaitu jam istirahat.
“Ting!!!Ting!!!” Lonceng Istirahat berbunyi .
      Tampak semua siswa sangat senang dengan mendengar bunyi tersebut, semua siswa langsung menuju kantin dan menggunakan waktu istirahat sebaik mungkin.
“Eh,denger – denger ada siswa baru ya dikelas X-IPA?” Tanya Stevan kepada sahabatnya.
“Memang ada?” Jawab Carleen heran.
“Cewe atau Cowo?” Tanya Joseline
“Menang ada,Cewe. Tadi baru saja aku berkenalan dengannya diruang guru saat aku lagi memanggil guru Bahasa Indonesia” Jawab Vinetta kepada semua pertanyaan Sahabatnya itu.
“Wihh,Cewe? Siapa namanya ?” Sahut Steven dengan girang.
“Namanya Kristina” Jawab Vinetta
“Heii Steven ingat yaa dikita tidak ada yang boleh pacaran dulu karena kita akan menghadapi Ulangan kenaikan kelas” Potong Joseline.
“ iyah” Jawab Steven dengan lemas.

      Tiba – tiba seorang siswa yang tidak mereka kenal, dengan penampilan yang menawan menghampiri mereka.
        “Haii, Vinetta” Sapanya.
       “Haii, Kristina” jawabnya..
      “Apakah aku ganggu Vinetta?” Tanya dia yang Ternyata itu Kristina.
     “Tidak kok, Oiya, kenalkan ini Sahabat – Sahabatku ada Carleen,Joseline dan Steven.
     “Haii.. Salam kenal ya aku Kristina.” Jawabnya sambal mengenalkan dirinya dengan senyuman.
     
Ting!!Ting!! Lonceng berbunyi bertanda istirahat sudah selesai..
      “Wahh,sudah masuk ternyata. Yasudah aku kembali ke kelas ya” Mengakhiri perkenalan dengan senyuman.
       “Okee” jawab Vinetta.
Seketika semua mata menuju kearah steven, Sahabatnya itu tidak sadar kalo dari tadi dia hanya melamum melihat Kristina.
      “Woii!!!” Teriak Carleen kepada Steven
      “Kristina Kau Cantik Sekali” jawab Steven dengan keadaan terkaget oleh teriakan Carleen barusan.
“Wahh, ternyata dari tadi kamu hanya melamun saja melihat Kristina” Vinetta berbicara dengan naha menyebalkan.
“Jangan – jangan kamu suka ya Stevan?” Tanya Carleen.

“Inget sama Peraturan kita menjelang Ulangan kenaikan kelas. Dilarang Pacaran”  Tegas Joseline.

      Waktu Pelajaran Berlanjut, yaitu pelajaran PKN yang dikenal oleh murid – murid pelajaran paling menegangkan karena guru yang amat tegas dan galak.
      “Anak – anak Kumpulkan PR minggu kemarin, yang tidak mengumpulkan keluar dari Pelajaran IBu hari ini” Tegas Bu Widya.
Semua Siswa sudah mengumpulkan PRnya , hanya Steven yang masih gelisah.
“Kenapa kamu gelisah Steven?” Tanya Carleen
“Siall!! PRku tertinggal dimeja belajarku”  jawab Stevan.
“Ahh Steven, Kamu tetap saja ceroboh seperti biasanya” Vinetta berkata dengan nada kesal.
Tiba – tiba… “Tok!tok!tok” Suara ketukan pintu terdengar..
 “Permisi Bu mau ngasih buku PR Steven yang dititipkan orang tuanya Steven”  sambil mengasihkan buku..
 “Ohh. Malaikatku Kristina, Kau telah menyelamatkan Hidupku” Bicara Steve dalam hatii.
“Nyawamu Masih diselamatkan ternyata” Sindir Carleen.

****
      “Ting!!!Ting!!” Bunyi Lonceng pulang sekolah.
      Semua murid berlari dari dalam kelas untuk pulang menuju rumah masing – masing, begitu juga dengan 4 Serangkai. Berhubung mereka pulang searah jadi mereka selalu bersama mau berangkat sekolah atau pulang sekolah.
sesampai dirumah Steven langsung menghubungin Vinetta.
“Hallo, Vinetta” Sapa Steven.
“Ya Steve? Ada apa?” Jawab Vinetta
“Kamu punya nomornya Kristina ?” Tanya Steven
“Ada, untuk apa ?” kembali menanya ke Steven
“Aku mau berterima kasih ke Kristina karena sudah membawakan Buku PR tadi” jawab Steve
“Beneran? Bukan buat yang lain – lain ?”sindir Vinetta
“tidak aku ingin berterima kasih saja” tegas Steven.
Setelah mendapatkan Nomor teleponnya Kristina , Steven langsung menelponnya..
      “Hallo? Ini  dengan Kristina ?” Sapa Steven.
“iyah ini dengan Kristina, ini siapa ya ?” sahut Kristina.
“Ini aku Steven” jawabku.
      “Oh Steven,ada apa nih sore – sore nelpon? Tanyannya.
      “Aku ingin berterima kasih buat yang tadi disekolah, saat kamu bawa buku PRku”  jelas Stevan
“Ohh yang tentang itu. Iyah sama – sama “ jawan Kristina.
      “Hmm,, yaudah ya aku hanya ini berterima kasih saja. Dahh” Akhir percakapan.
      “Yaudah.dahh” Mengakhiri sambal menutup telponnya.

***
Tak terasa Ulangan Kenaikan kelas hanya tinggal 2 Minggu lagi, semua siswa yang benar – benar  giat sangat sungguh – sungguh belajar karena udah mendekat kenaikan kelas. Termasuk 4 Serangkai itu, karena mereka tidak mau jika ada anggotanya ada yang tidak naik kelas  yang di buat oleh kecerobohan sendiri jadi mereka membuat peraturan “Dilarang Bermalas – malasan, dilarang pacaran” . Tetapi dibalik itu semua tak disangka seorang dianggotanya diam – diam melanggar peraturan itu dan berpura – pura didepan teman – temannya.  
Semua sahabat tak tahu semenjak Steven meminta nomor Kristina kepada Vinetta dari sini semua berawal, kepercayaan yang rusak, persahabatan yang rusak, dan permusuhan yang amat menyedihkan bagi Steven.
      Dipagi hari menunjukan pukul 06.30, disaat jam segini biasanya sahabat – sahabatnya sudah berada di depan rumahnya, Stevan merasa aneh dengan hari ini  karena sahabat – sahabatnya tidak ada satupun yang kerumahnya. Bergagaslah Steven langsung menuju kesekolah karena takut ada yang terjadi dengan sahabat – sahabatnya. Sesampai disekolah ternyata dikagetkan oleh Carleen,Vinetta dan Joseline yang sudah berada didepan kelas menunggu kedatangan Steven.

      “Heii,kalian kenapa kalian tak datang kerumahku tadi pagi ??” Tanya Steven kepada kawan – kawannya dengan nafas tak beraturan.
Tetapi kawan – kawannya hanya memandang kepada Steven dengan tatapan yang begitu tajam dan penuh kekesalan tampa mengeluarkan satu patah katapun kepada Steven.
“Heii, Kawan – Kawan kalian kenapa menatapku begitu ? apa ada yang salah dengan penampilanku?” Tanya Steven dengan heran.
“Tanya saja kepada dirimu sendiri apa yang salah denganmu!” Jawab Vinetta Sinis dan nada kesal.
      Mereka pergi begitu saja dari Steven memasuki kelas, Stevan pun mengikuti mereka sambil berfikir kesalahan dia. Saat Steven memasuki kelas, dia dikagetkan dengan posisi tempat duduk yang sudah diacak. Biasanya dia duduk dengan Carleen tapi sekarang tempat duduknya telah ditukar dengan Novita, sekarang Steven duduk dengan Septian (4 serangkai sangat mengetahui hanya septian yang sangat membenci mereka).
      “Heiii, kalian kenapa sih??” Tanya Steven sambil menghampiri sahabat – sahabatnya.
tampa menjawab sepatah katapun mereka pergi menjauhi Steven.
Ting!!!Ting!!! Lonceng berbunyi, betanda pelajaran dimulai..

Semua muridpun duduk ditempat masing – masing, Steven juga yang sekarang teman sebangkunya adalah Septian. Saat Steven duduk perasaan dia sudah tidak enak ,tetapi Steven mengabaikannya. Beberapa saat kemudian Septian izin kekamar mandi kepada guru. Tak disangka saat Steve berdiri terasa lengket,ternyata Steve telah dijaili oleh Septian yang menaruh permen karet dan Tip -X.

      “Sialan tuh Septian!” kata Steven dengan nada kesal.
Akan tetapi, sahabat – sahabatnya terlihat tidak peduli apa telah yang terjadi kepada sahabatnya yang sedang kesusahan.
Ting!! Ting!!! Lonceng istirahat berbunyi.
      Steven bergegas berlari menuju ke kamar mandi, tak sengaja saat dijalan menuju kamar mandi Steven berpapasan dengan Kristina.
      “Steve,Kamu kenapa ?” Tanya Kristina yang kebinggungan.
     “nanti saja ku ceritakan” Jawab Steven yang tergesa – gesa.
Sesampai dikamar mandi Steven membersikan celananya yang penuh dengan Tip-X dan permen karet.
      “Begitu sialnya aku hari ini, Sudah dijauhi oleh sahabat – sahabatku dan sekarang aku dijahili oleh Septian” Gumam Steven.
“Kenapa ya sahabat – sahabatku menjauhiku ? gumam Steven lagi.
“Apa karena aku berpacaran sama Kristina? Akanku tanyakan kepada mereka, tetapi bagaimana kalau mereka marah bukan karena aku pacaran dengan Kristina, melainkan karena hal lain. Akan ketahuanlah jika aku bertanya langsung begitu.” Pikir Steven dengan binggung sambil membersihkan celananya.
      Setelah Steven selesai membersihkan celanannya, Kembalilah Steven menuju kelas. Saat dijalan terlihat Kristina yang kebinggungan sudah menunggu didepan kelasnya.
“Steve!!” Panggil Kristina.
Steven langsung menghampiri Kristina…
“Kamu tadi kenapa ?” Tanya Kristina yang Khawatir
“hari ini aku lagi sial banget, sahabat – sahabat aku hari ini tiba – tiba menjauhiku entah kenapa dan aku juga tadi saat belajar dijahili Septian” Jawab Steven murung.
      “ hah? dijauhi oleh sahabat – sahabat kamu ? bagaimana bisa?” Heran Kristina
“aku juga tidak tahu, tiba – tiba tadi pagi mereka sudah menjauhiku” jawab Steven
“ yaudah aku aja ngomong sama mereka biar semua masalah ini tidak menjadi memanjang” Tegas Kristina.
langsunglah Kristina berjalan dengan tergesa – gesa menuju Carleen,Vinetta dan Joseline.
“Heii, maaf ganggu boleh kita ngobrol sebentar?” Kristina memulai percakapan.
“ mau ngomong apa ?” jawab mereka ber 3
      “mengapa kalian menjauhi Steven? Padahal diakan sahabat kalian..” Tanya Kristina langsung to the point.
 “Baca ini” jawab Vinetta sambil menyodorkan handphonenya.

To : Kristina
Kristina, pertama aku melihatmu mataku sudah tak bisa berpaling lagi . Perasaan yang menyentuh hatiku ini sudah tak bisa ku tahan lagi. Aku ingin menjalin hubungan denganmu lebih dari sekedar Temen.
 Apakah Kamu Mau Menjadi Kekasihku ??
From : Steven.
     “hmmm.. jadi kalian sudah mengetahui hubungan kita. Jadi itu alasannya kalian menjauhi Steven?” Tanya Kristina.
      “Yaa,karena dia sudah melanggar peraturan yang kita buat bersama disaat menjelang Ulangan Kenaikan kelas” Jawab Vinetta.
      “Dia emang salah karena melanggar peraturan itu, karena kesalahan itu tidak sepenuhnya dia yang buat. Aku yang sedikit memaksa Steven untuk menjalin hubungan yang lebih dari teman karena kita tahu bahwa kita saling mencintai, tapi kita berhubungan berpacaran bukan karena semata – mata untuk bermalas – malasan tapi untuk saling Menyemangati satu sama lain. Tentang SMS itu aku yang menyuruhnya dia untuk menembaku ,kan tidak pantas seorang perempuan yang menembak cowonya jadi Steven mengirimkan SMS itu. “ Kristina menjelaskan
      “Sudah tak perlu dijelaskan lebih lanjut lagi, mungkin mereka juga sudah sangat kesal karena aku melanggar peraturan yang kita buat bersama” Suara Stevan tiba –tiba memotong percakapan mereka.
      “Tunggu Steve, aku sudah mendengarkan semua dari Kristina. Apakan kamu berpacaran tidak akan bermalas – malasan ?” Tanya Vinetta,Carleen dan Joseline.
      “tenting tidak untuk bermalas – malasan, bagaimana mau bermalas – malasan saat pacaran dengan Kristina aku sedikit saja bermalas – malasan langsung dimarahi oleh Kristina. Jadi aku tidak mungkin bermalas – malasan.” Jawab Steven.
      “jadi aku mohon kalian berdamailah dengan Steven dan aku mohon juga untuk memaafkan Steven karena ini juga bukan kesalahan Steven sepenuhnya tetapi ada kelasalahan aku juga” Mohon Kristina kepada Carleen,Vinetta dan Joseline.
      “Kami juga berjanji tidak akan bermalas – malasan kerena kamu berpacaran dan kami juga berjanji akan naik kelas serta menjadi 5 besar dikelas. “ Tegas Kristina lagi.
      “Yaudah aku maafkan deh, aku juga minta maaf karena tidak mendengarkan penjelasanmu terlebih dahulu Steve. Aku baru mendengar penjelasanmu saat Kristina. Vinetta meminta maaf.
      “Kami juga minta maaf karena telah keterlaluan menjauhimu Steven” pinta Carleen,Vinetta dan Joseline.
      “yasudah nanti sepulang sekolah kita kita belajar bersama” ajak Joseline.
      Sepulang sekolah merekapun terus belajar bersama, selama 2 minggu menjelang Ulangan kenaikan kelas.
      Besok adalah hari pertama mereka menjalani kegiatan Ulangan kenaika kelas,semua siswa serius mengerjakan soal – soal yang diberikan selama 5 hari ulangan kenaikan kelas. Tak terasa ulangan kenaikan kelas sudah selesai tinggal menunggu pembagian Rapot kenaikan kelas pada Tanggal 29 Juni.
      Waktu menunjukan pukul 7.45, semua siswa wajib kumpul berserta orang tua jam 08.00. karena hari ini adalah hari pembagian raport kenaikan kelas. Saat sesampainya disekolah semua orang tua siswa dipersilakan masuk kedalam kelas untuk mengambil rapot. Semua siswa menunggu diluar terlihat muka semua siswa merasa tegang termasuk juga Vinetta,Carleen,Joselin,Kristina dan Steven. Saat orang tua masing – masing keluar langsung kami yang mengambil rapot dan membukanya..
      “Yeahhh!!! Aku naik kelas dan dapet Juara 2 dikelas” Teriak Carleen.
      “Horeee!!! Aku juga naik kelas dan dapet juara 2 juga” teriak Kristina girang.
“Yesss!!! Aku juga ternyata naik kelas tapi dapet juara 4 tapi yang penting 5 besar” Joseline juga tak mau kalah.
“ Jeng Jeng Jeng!!! Aku juga naik kelas dong! Juara 1 dikelas “ Vinetta juga tak mau kalahh..
“Nah sekarang tinggal Steven nihh, ayok dong buka rapotnya” sindir Joseline.
“Awas aja ga naik kelas” ancam Vinetta
“Ihh amit” dahh, jangan nakut”in dehh” jawab Steven sambil tegang karena belum tau hasil rapotnyaa..
“yaudah buka aja rapotnya,aku pengen tau hasilnya” perintah Kristina yang penasaran.
“yaudah aku bukan nih yaa” jawab Steven.
“Yaahhhhh..Aku ga naik kelas tapi dapet juara 3 dikelas” jawab steven.
“Hah?seriusan ? jawab Kristina.
“Tunggu – Tunggu, ga naik kelas kok dapet juara 3??” Vinetta heran..
“Coba sini aku lihat.” Carleen langsung mengambil rapot steven.
“Wahh kacau ini, ternyata Juara 3 dikelas X-IPS ga bisa baca. Masa tulisan ‘NAIK KELAS dibaca TIDAK NAIK KELAS’ “ Carleen berbicara.
“Jadi semua naik kelas nih ya?” Tanya Joseline.
“Yapp” jawab Carleen.

“Oke mulai sekarang , Tidak ada peraturan yang melarang berpacaran asalkan tidak mengganggu kegiatan belajar kita dan jangan sampai ada masalah kayak yang waktu itu lagi yaa..”

      Merekapun sekarang semua memiliki kekasih, tampa menggangu persahabatanya yang begitu erat dan juga tampa menggangu kegiatan belajarnya. Sampai mereka lulus dari SMA itu mereka masuk perguruan tinggi yang diinginkan dan mereka semua tetap bersahabat.

Komentar