4 Serangkai
Karya : Stevandy Wahyu Kristian
Karya : Stevandy Wahyu Kristian
Kelas : X IPS
Berawal
pada masa SMA , ada 4 siswa yang hubungannya beda dengan yang lain mereka
berhubungan lebih dari teman yang biasanya mereka disekolah disebut “4
Serangkai” mereka adalah Carleen,Vinetta,Joselin dan Steven.
Waktu
Menunjukan pukul 6.40 pagi. Terlihat semua siswa tergesa – gesa karena sebentar
lagi bell masuk sekolah berbunyi, saat semua terlihat tergesa - gesa akan tetapi mereka terlihat tenang
memasukin sekolah.
“Pelajaran
apa saja sekarang ??” Tanya Steven kepada kawan – kawannya.
“Apa ? disaat sudah disekolah kamu masih menanyakan jadwal pelajaran ?” jawab Carleen kesal.
“Sudah – sudah, dari pada kalian semua ribut- ribut disini sekarang kita masuk kelas dan taro tas dikelas” Tegas Vinetta
“Apa ? disaat sudah disekolah kamu masih menanyakan jadwal pelajaran ?” jawab Carleen kesal.
“Sudah – sudah, dari pada kalian semua ribut- ribut disini sekarang kita masuk kelas dan taro tas dikelas” Tegas Vinetta
(Mereka pun
Memasuki kelas)
“Ting!!!
Ting !!!” Bell berbunyi
Semua
siswa keluar dari kelas saat mendengar bunyi lonceng, semua siswa pun berbaris
dengan rapih untuk doa bersama. Setelah selesai doa bersama mereka kembali
kedalam kelas, dari kejauhan terlihat seseorang siswa dengan pandangan siniss
kepada 4 Serangkaii tetapi mereka tidak menyadari kalo sedang diawasi oleh
seseorang siswa.
“Semua
Siswa Masuk” Teriak Vinetta Sebagai Ketua Kelas X-IPS
Semua
siswa pun masuk kerena perintah Vinetta Ketua kelas yang dikenal anak tegas dan
galak. Tak lama kemudian masuklah guru Bahasa Indonesia dan dimulailah kegiatan
belajar mengajar mereka.
****
Tak
terasa Waktu menunjukan pukul 10.00 jam yang di tunggu – tunggu oleh semua
siswa, yaitu jam istirahat.
“Ting!!!Ting!!!” Lonceng Istirahat
berbunyi .
Tampak
semua siswa sangat senang dengan mendengar bunyi tersebut, semua siswa langsung
menuju kantin dan menggunakan waktu istirahat sebaik mungkin.
“Eh,denger
– denger ada siswa baru ya dikelas X-IPA?” Tanya Stevan kepada sahabatnya.
“Memang ada?” Jawab Carleen heran.
“Memang ada?” Jawab Carleen heran.
“Cewe atau
Cowo?” Tanya Joseline
“Menang
ada,Cewe. Tadi baru saja aku berkenalan dengannya diruang guru saat aku lagi
memanggil guru Bahasa Indonesia” Jawab Vinetta kepada semua pertanyaan
Sahabatnya itu.
“Wihh,Cewe?
Siapa namanya ?” Sahut Steven dengan girang.
“Namanya
Kristina” Jawab Vinetta
“Heii
Steven ingat yaa dikita tidak ada yang boleh pacaran dulu karena kita akan
menghadapi Ulangan kenaikan kelas” Potong Joseline.
“ iyah”
Jawab Steven dengan lemas.
Tiba – tiba seorang siswa yang tidak mereka kenal, dengan
penampilan yang menawan menghampiri mereka.
“Haii, Vinetta” Sapanya.
“Haii, Kristina” jawabnya..
“Apakah aku ganggu Vinetta?” Tanya dia yang Ternyata
itu Kristina.
“Tidak kok, Oiya, kenalkan ini Sahabat – Sahabatku ada
Carleen,Joseline dan Steven.
“Haii.. Salam kenal ya aku Kristina.” Jawabnya sambal
mengenalkan dirinya dengan senyuman.
Ting!!Ting!! Lonceng
berbunyi bertanda istirahat sudah selesai..
“Wahh,sudah masuk ternyata. Yasudah aku kembali ke kelas ya”
Mengakhiri perkenalan dengan senyuman.
“Okee” jawab Vinetta.
Seketika semua mata menuju
kearah steven, Sahabatnya itu tidak sadar kalo dari tadi dia hanya melamum
melihat Kristina.
“Woii!!!” Teriak Carleen kepada Steven
“Kristina Kau Cantik Sekali” jawab Steven dengan keadaan
terkaget oleh teriakan Carleen barusan.
“Wahh, ternyata dari tadi
kamu hanya melamun saja melihat Kristina” Vinetta berbicara dengan naha
menyebalkan.
“Jangan – jangan kamu suka
ya Stevan?” Tanya Carleen.
“Inget sama Peraturan kita
menjelang Ulangan kenaikan kelas.
Dilarang Pacaran” Tegas Joseline.
Waktu Pelajaran Berlanjut, yaitu pelajaran PKN yang dikenal
oleh murid – murid pelajaran paling menegangkan karena guru yang amat tegas dan
galak.
“Anak – anak Kumpulkan PR minggu kemarin, yang tidak
mengumpulkan keluar dari Pelajaran IBu hari ini” Tegas Bu Widya.
Semua Siswa sudah
mengumpulkan PRnya , hanya Steven yang masih gelisah.
“Kenapa kamu gelisah
Steven?” Tanya Carleen
“Siall!! PRku tertinggal
dimeja belajarku” jawab Stevan.
“Ahh Steven, Kamu tetap
saja ceroboh seperti biasanya” Vinetta berkata dengan nada kesal.
Tiba – tiba… “Tok!tok!tok”
Suara ketukan pintu terdengar..
“Permisi Bu mau ngasih buku PR Steven yang
dititipkan orang tuanya Steven” sambil
mengasihkan buku..
“Ohh. Malaikatku Kristina,
Kau telah menyelamatkan Hidupku” Bicara Steve dalam hatii.
“Nyawamu Masih
diselamatkan ternyata” Sindir Carleen.
****
“Ting!!!Ting!!” Bunyi Lonceng pulang sekolah.
Semua murid berlari dari dalam kelas untuk pulang menuju rumah
masing – masing, begitu juga dengan 4 Serangkai. Berhubung mereka pulang searah
jadi mereka selalu bersama mau berangkat sekolah atau pulang sekolah.
sesampai dirumah Steven langsung
menghubungin Vinetta.
“Hallo, Vinetta” Sapa
Steven.
“Ya Steve? Ada apa?” Jawab
Vinetta
“Kamu punya nomornya
Kristina ?” Tanya Steven
“Ada, untuk apa ?” kembali
menanya ke Steven
“Aku mau berterima kasih
ke Kristina karena sudah membawakan Buku PR tadi” jawab Steve
“Beneran? Bukan buat yang
lain – lain ?”sindir Vinetta
“tidak aku ingin berterima
kasih saja” tegas Steven.
Setelah mendapatkan Nomor
teleponnya Kristina , Steven langsung menelponnya..
“Hallo? Ini dengan
Kristina ?” Sapa Steven.
“iyah ini dengan Kristina,
ini siapa ya ?” sahut Kristina.
“Ini aku Steven” jawabku.
“Oh Steven,ada apa nih sore – sore nelpon? Tanyannya.
“Aku ingin berterima kasih buat yang tadi disekolah, saat kamu
bawa buku PRku” jelas Stevan
“Ohh yang tentang itu. Iyah
sama – sama “ jawan Kristina.
“Hmm,, yaudah ya aku hanya ini berterima kasih saja. Dahh”
Akhir percakapan.
“Yaudah.dahh” Mengakhiri sambal menutup telponnya.
“Yaudah.dahh” Mengakhiri sambal menutup telponnya.
***
Tak terasa Ulangan
Kenaikan kelas hanya tinggal 2 Minggu lagi, semua siswa yang benar – benar giat sangat sungguh – sungguh belajar karena
udah mendekat kenaikan kelas. Termasuk 4 Serangkai itu, karena mereka tidak mau
jika ada anggotanya ada yang tidak naik kelas
yang di buat oleh kecerobohan sendiri jadi mereka membuat peraturan “Dilarang Bermalas – malasan, dilarang
pacaran” . Tetapi dibalik itu semua tak disangka seorang dianggotanya diam
– diam melanggar peraturan itu dan berpura – pura didepan teman – temannya.
Semua sahabat tak tahu
semenjak Steven meminta nomor Kristina kepada Vinetta dari sini semua berawal,
kepercayaan yang rusak, persahabatan yang rusak, dan permusuhan yang amat
menyedihkan bagi Steven.
Dipagi hari menunjukan pukul 06.30, disaat jam segini biasanya
sahabat – sahabatnya sudah berada di depan rumahnya, Stevan merasa aneh dengan
hari ini karena sahabat – sahabatnya
tidak ada satupun yang kerumahnya. Bergagaslah Steven langsung menuju kesekolah
karena takut ada yang terjadi dengan sahabat – sahabatnya. Sesampai disekolah
ternyata dikagetkan oleh Carleen,Vinetta dan Joseline yang sudah berada didepan
kelas menunggu kedatangan Steven.
“Heii,kalian kenapa kalian tak datang kerumahku tadi pagi ??” Tanya Steven kepada kawan – kawannya dengan nafas tak beraturan.
“Heii,kalian kenapa kalian tak datang kerumahku tadi pagi ??” Tanya Steven kepada kawan – kawannya dengan nafas tak beraturan.
Tetapi kawan – kawannya
hanya memandang kepada Steven dengan tatapan yang begitu tajam dan penuh
kekesalan tampa mengeluarkan satu patah katapun kepada Steven.
“Heii, Kawan – Kawan
kalian kenapa menatapku begitu ? apa ada yang salah dengan penampilanku?” Tanya
Steven dengan heran.
“Tanya saja kepada dirimu
sendiri apa yang salah denganmu!” Jawab Vinetta Sinis dan nada kesal.
Mereka pergi begitu saja dari Steven memasuki kelas, Stevan pun mengikuti mereka sambil berfikir kesalahan dia. Saat Steven memasuki kelas, dia dikagetkan dengan posisi tempat duduk yang sudah diacak. Biasanya dia duduk dengan Carleen tapi sekarang tempat duduknya telah ditukar dengan Novita, sekarang Steven duduk dengan Septian (4 serangkai sangat mengetahui hanya septian yang sangat membenci mereka).
Mereka pergi begitu saja dari Steven memasuki kelas, Stevan pun mengikuti mereka sambil berfikir kesalahan dia. Saat Steven memasuki kelas, dia dikagetkan dengan posisi tempat duduk yang sudah diacak. Biasanya dia duduk dengan Carleen tapi sekarang tempat duduknya telah ditukar dengan Novita, sekarang Steven duduk dengan Septian (4 serangkai sangat mengetahui hanya septian yang sangat membenci mereka).
“Heiii, kalian kenapa sih??” Tanya Steven sambil menghampiri
sahabat – sahabatnya.
tampa menjawab sepatah katapun mereka pergi menjauhi Steven.
tampa menjawab sepatah katapun mereka pergi menjauhi Steven.
Ting!!!Ting!!! Lonceng
berbunyi, betanda pelajaran dimulai..
Semua muridpun duduk ditempat masing – masing, Steven juga yang sekarang teman sebangkunya adalah Septian. Saat Steven duduk perasaan dia sudah tidak enak ,tetapi Steven mengabaikannya. Beberapa saat kemudian Septian izin kekamar mandi kepada guru. Tak disangka saat Steve berdiri terasa lengket,ternyata Steve telah dijaili oleh Septian yang menaruh permen karet dan Tip -X.
“Sialan tuh Septian!” kata Steven dengan nada kesal.
Akan tetapi, sahabat –
sahabatnya terlihat tidak peduli apa telah yang terjadi kepada sahabatnya yang
sedang kesusahan.
Ting!! Ting!!! Lonceng
istirahat berbunyi.
Steven bergegas berlari menuju ke kamar mandi, tak sengaja saat
dijalan menuju kamar mandi Steven berpapasan dengan Kristina.
“Steve,Kamu kenapa ?” Tanya Kristina yang kebinggungan.
“nanti saja ku ceritakan” Jawab Steven yang tergesa –
gesa.
Sesampai dikamar mandi
Steven membersikan celananya yang penuh dengan Tip-X dan permen karet.
“Begitu sialnya aku hari ini, Sudah dijauhi oleh sahabat – sahabatku dan sekarang aku dijahili oleh Septian” Gumam Steven.
“Begitu sialnya aku hari ini, Sudah dijauhi oleh sahabat – sahabatku dan sekarang aku dijahili oleh Septian” Gumam Steven.
“Kenapa ya sahabat –
sahabatku menjauhiku ? gumam Steven lagi.
“Apa karena aku berpacaran
sama Kristina? Akanku tanyakan kepada mereka, tetapi bagaimana kalau mereka
marah bukan karena aku pacaran dengan Kristina, melainkan karena hal lain. Akan
ketahuanlah jika aku bertanya langsung begitu.” Pikir Steven dengan binggung
sambil membersihkan celananya.
Setelah Steven selesai membersihkan celanannya, Kembalilah
Steven menuju kelas. Saat dijalan terlihat Kristina yang kebinggungan sudah
menunggu didepan kelasnya.
“Steve!!” Panggil
Kristina.
Steven langsung
menghampiri Kristina…
“Kamu tadi kenapa ?” Tanya
Kristina yang Khawatir
“hari ini aku lagi sial
banget, sahabat – sahabat aku hari ini tiba – tiba menjauhiku entah kenapa dan
aku juga tadi saat belajar dijahili Septian” Jawab Steven murung.
“ hah? dijauhi oleh sahabat – sahabat kamu ? bagaimana bisa?”
Heran Kristina
“aku juga tidak tahu, tiba
– tiba tadi pagi mereka sudah menjauhiku” jawab Steven
“ yaudah aku aja ngomong
sama mereka biar semua masalah ini tidak menjadi memanjang” Tegas Kristina.
langsunglah Kristina berjalan dengan tergesa – gesa menuju Carleen,Vinetta dan Joseline.
langsunglah Kristina berjalan dengan tergesa – gesa menuju Carleen,Vinetta dan Joseline.
“Heii, maaf ganggu boleh
kita ngobrol sebentar?” Kristina memulai percakapan.
“ mau ngomong apa ?” jawab
mereka ber 3
“mengapa kalian menjauhi Steven? Padahal diakan sahabat
kalian..” Tanya Kristina langsung to the point.
“Baca ini” jawab Vinetta sambil menyodorkan
handphonenya.
To
: Kristina
Kristina,
pertama aku melihatmu mataku sudah tak bisa berpaling lagi . Perasaan yang
menyentuh hatiku ini sudah tak bisa ku tahan lagi. Aku ingin menjalin hubungan
denganmu lebih dari sekedar Temen.
Apakah Kamu Mau Menjadi Kekasihku ??
From
: Steven.
“hmmm.. jadi kalian sudah mengetahui hubungan kita.
Jadi itu alasannya kalian menjauhi Steven?” Tanya Kristina.
“Yaa,karena dia sudah melanggar peraturan yang kita buat bersama disaat menjelang Ulangan Kenaikan kelas” Jawab Vinetta.
“Dia emang salah karena melanggar peraturan itu, karena kesalahan itu tidak sepenuhnya dia yang buat. Aku yang sedikit memaksa Steven untuk menjalin hubungan yang lebih dari teman karena kita tahu bahwa kita saling mencintai, tapi kita berhubungan berpacaran bukan karena semata – mata untuk bermalas – malasan tapi untuk saling Menyemangati satu sama lain. Tentang SMS itu aku yang menyuruhnya dia untuk menembaku ,kan tidak pantas seorang perempuan yang menembak cowonya jadi Steven mengirimkan SMS itu. “ Kristina menjelaskan
“Sudah tak perlu dijelaskan lebih lanjut lagi, mungkin mereka juga sudah sangat kesal karena aku melanggar peraturan yang kita buat bersama” Suara Stevan tiba –tiba memotong percakapan mereka.
“Yaa,karena dia sudah melanggar peraturan yang kita buat bersama disaat menjelang Ulangan Kenaikan kelas” Jawab Vinetta.
“Dia emang salah karena melanggar peraturan itu, karena kesalahan itu tidak sepenuhnya dia yang buat. Aku yang sedikit memaksa Steven untuk menjalin hubungan yang lebih dari teman karena kita tahu bahwa kita saling mencintai, tapi kita berhubungan berpacaran bukan karena semata – mata untuk bermalas – malasan tapi untuk saling Menyemangati satu sama lain. Tentang SMS itu aku yang menyuruhnya dia untuk menembaku ,kan tidak pantas seorang perempuan yang menembak cowonya jadi Steven mengirimkan SMS itu. “ Kristina menjelaskan
“Sudah tak perlu dijelaskan lebih lanjut lagi, mungkin mereka juga sudah sangat kesal karena aku melanggar peraturan yang kita buat bersama” Suara Stevan tiba –tiba memotong percakapan mereka.
“Tunggu Steve, aku sudah mendengarkan semua dari Kristina.
Apakan kamu berpacaran tidak akan bermalas – malasan ?” Tanya Vinetta,Carleen
dan Joseline.
“tenting tidak untuk bermalas – malasan, bagaimana mau bermalas – malasan saat pacaran dengan Kristina aku sedikit saja bermalas – malasan langsung dimarahi oleh Kristina. Jadi aku tidak mungkin bermalas – malasan.” Jawab Steven.
“jadi aku mohon kalian berdamailah dengan Steven dan aku mohon juga untuk memaafkan Steven karena ini juga bukan kesalahan Steven sepenuhnya tetapi ada kelasalahan aku juga” Mohon Kristina kepada Carleen,Vinetta dan Joseline.
“Kami juga berjanji tidak akan bermalas – malasan kerena kamu berpacaran dan kami juga berjanji akan naik kelas serta menjadi 5 besar dikelas. “ Tegas Kristina lagi.
“Yaudah aku maafkan deh, aku juga minta maaf karena tidak mendengarkan penjelasanmu terlebih dahulu Steve. Aku baru mendengar penjelasanmu saat Kristina. Vinetta meminta maaf.
“Kami juga minta maaf karena telah keterlaluan menjauhimu Steven” pinta Carleen,Vinetta dan Joseline.
“yasudah nanti sepulang sekolah kita kita belajar bersama” ajak Joseline.
“tenting tidak untuk bermalas – malasan, bagaimana mau bermalas – malasan saat pacaran dengan Kristina aku sedikit saja bermalas – malasan langsung dimarahi oleh Kristina. Jadi aku tidak mungkin bermalas – malasan.” Jawab Steven.
“jadi aku mohon kalian berdamailah dengan Steven dan aku mohon juga untuk memaafkan Steven karena ini juga bukan kesalahan Steven sepenuhnya tetapi ada kelasalahan aku juga” Mohon Kristina kepada Carleen,Vinetta dan Joseline.
“Kami juga berjanji tidak akan bermalas – malasan kerena kamu berpacaran dan kami juga berjanji akan naik kelas serta menjadi 5 besar dikelas. “ Tegas Kristina lagi.
“Yaudah aku maafkan deh, aku juga minta maaf karena tidak mendengarkan penjelasanmu terlebih dahulu Steve. Aku baru mendengar penjelasanmu saat Kristina. Vinetta meminta maaf.
“Kami juga minta maaf karena telah keterlaluan menjauhimu Steven” pinta Carleen,Vinetta dan Joseline.
“yasudah nanti sepulang sekolah kita kita belajar bersama” ajak Joseline.
Sepulang sekolah merekapun terus belajar bersama, selama 2
minggu menjelang Ulangan kenaikan kelas.
Besok
adalah hari pertama mereka menjalani kegiatan Ulangan kenaika kelas,semua siswa
serius mengerjakan soal – soal yang diberikan selama 5 hari ulangan kenaikan
kelas. Tak terasa ulangan kenaikan kelas sudah selesai tinggal menunggu
pembagian Rapot kenaikan kelas pada Tanggal 29 Juni.
Waktu
menunjukan pukul 7.45, semua siswa wajib kumpul berserta orang tua jam 08.00.
karena hari ini adalah hari pembagian raport kenaikan kelas. Saat sesampainya
disekolah semua orang tua siswa dipersilakan masuk kedalam kelas untuk
mengambil rapot. Semua siswa menunggu diluar terlihat muka semua siswa merasa
tegang termasuk juga Vinetta,Carleen,Joselin,Kristina dan Steven. Saat orang
tua masing – masing keluar langsung kami yang mengambil rapot dan membukanya..
“Yeahhh!!!
Aku naik kelas dan dapet Juara 2 dikelas” Teriak Carleen.
“Horeee!!!
Aku juga naik kelas dan dapet juara 2 juga” teriak Kristina girang.
“Yesss!!! Aku juga ternyata naik
kelas tapi dapet juara 4 tapi yang penting 5 besar” Joseline juga tak mau
kalah.
“ Jeng Jeng Jeng!!! Aku juga naik
kelas dong! Juara 1 dikelas “ Vinetta juga tak mau kalahh..
“Nah sekarang tinggal Steven nihh,
ayok dong buka rapotnya” sindir Joseline.
“Awas aja ga naik kelas” ancam Vinetta
“Ihh amit” dahh, jangan nakut”in
dehh” jawab Steven sambil tegang karena belum tau hasil rapotnyaa..
“yaudah buka aja rapotnya,aku pengen
tau hasilnya” perintah Kristina yang penasaran.
“yaudah aku bukan nih yaa” jawab
Steven.
“Yaahhhhh..Aku ga naik kelas tapi
dapet juara 3 dikelas” jawab steven.
“Hah?seriusan ? jawab Kristina.
“Tunggu – Tunggu, ga naik kelas kok
dapet juara 3??” Vinetta heran..
“Coba sini aku lihat.” Carleen langsung
mengambil rapot steven.
“Wahh kacau ini, ternyata Juara 3
dikelas X-IPS ga bisa baca. Masa tulisan ‘NAIK KELAS dibaca TIDAK NAIK KELAS’ “
Carleen berbicara.
“Jadi semua naik kelas nih ya?” Tanya
Joseline.
“Yapp” jawab Carleen.
“Oke mulai sekarang , Tidak ada
peraturan yang melarang berpacaran asalkan tidak mengganggu kegiatan belajar
kita dan jangan sampai ada masalah kayak yang waktu itu lagi yaa..”
Merekapun sekarang semua memiliki kekasih, tampa menggangu persahabatanya yang begitu erat dan juga tampa menggangu kegiatan belajarnya. Sampai mereka lulus dari SMA itu mereka masuk perguruan tinggi yang diinginkan dan mereka semua tetap bersahabat.
Merekapun sekarang semua memiliki kekasih, tampa menggangu persahabatanya yang begitu erat dan juga tampa menggangu kegiatan belajarnya. Sampai mereka lulus dari SMA itu mereka masuk perguruan tinggi yang diinginkan dan mereka semua tetap bersahabat.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar