Jumat, 03 April 2015

Cerpen Pilihan 1

4 Serangkai
Karya : Stevandy Wahyu Kristian
Kelas : X IPS


      Berawal pada masa SMA , ada 4 siswa yang hubungannya beda dengan yang lain mereka berhubungan lebih dari teman yang biasanya mereka disekolah disebut “4 Serangkai” mereka adalah Carleen,Vinetta,Joselin dan Steven.
      Waktu Menunjukan pukul 6.40 pagi. Terlihat semua siswa tergesa – gesa karena sebentar lagi bell masuk sekolah berbunyi, saat semua terlihat tergesa -  gesa akan tetapi mereka terlihat tenang memasukin sekolah.
“Pelajaran apa saja sekarang ??” Tanya Steven kepada kawan – kawannya.
“Apa ? disaat sudah disekolah kamu masih menanyakan jadwal pelajaran ?” jawab Carleen kesal.
“Sudah – sudah, dari pada kalian semua ribut- ribut disini sekarang kita masuk kelas dan taro tas dikelas” Tegas Vinetta
(Mereka pun Memasuki kelas)
“Ting!!! Ting !!!” Bell berbunyi
      Semua siswa keluar dari kelas saat mendengar bunyi lonceng, semua siswa pun berbaris dengan rapih untuk doa bersama. Setelah selesai doa bersama mereka kembali kedalam kelas, dari kejauhan terlihat seseorang siswa dengan pandangan siniss kepada 4 Serangkaii tetapi mereka tidak menyadari kalo sedang diawasi oleh seseorang siswa.
      “Semua Siswa Masuk” Teriak Vinetta Sebagai Ketua Kelas X-IPS
      Semua siswa pun masuk kerena perintah Vinetta Ketua kelas yang dikenal anak tegas dan galak. Tak lama kemudian masuklah guru Bahasa Indonesia dan dimulailah kegiatan belajar mengajar mereka.
****
      Tak terasa Waktu menunjukan pukul 10.00 jam yang di tunggu – tunggu oleh semua siswa, yaitu jam istirahat.
“Ting!!!Ting!!!” Lonceng Istirahat berbunyi .
      Tampak semua siswa sangat senang dengan mendengar bunyi tersebut, semua siswa langsung menuju kantin dan menggunakan waktu istirahat sebaik mungkin.
“Eh,denger – denger ada siswa baru ya dikelas X-IPA?” Tanya Stevan kepada sahabatnya.
“Memang ada?” Jawab Carleen heran.
“Cewe atau Cowo?” Tanya Joseline
“Menang ada,Cewe. Tadi baru saja aku berkenalan dengannya diruang guru saat aku lagi memanggil guru Bahasa Indonesia” Jawab Vinetta kepada semua pertanyaan Sahabatnya itu.
“Wihh,Cewe? Siapa namanya ?” Sahut Steven dengan girang.
“Namanya Kristina” Jawab Vinetta
“Heii Steven ingat yaa dikita tidak ada yang boleh pacaran dulu karena kita akan menghadapi Ulangan kenaikan kelas” Potong Joseline.
“ iyah” Jawab Steven dengan lemas.

      Tiba – tiba seorang siswa yang tidak mereka kenal, dengan penampilan yang menawan menghampiri mereka.
        “Haii, Vinetta” Sapanya.
       “Haii, Kristina” jawabnya..
      “Apakah aku ganggu Vinetta?” Tanya dia yang Ternyata itu Kristina.
     “Tidak kok, Oiya, kenalkan ini Sahabat – Sahabatku ada Carleen,Joseline dan Steven.
     “Haii.. Salam kenal ya aku Kristina.” Jawabnya sambal mengenalkan dirinya dengan senyuman.
     
Ting!!Ting!! Lonceng berbunyi bertanda istirahat sudah selesai..
      “Wahh,sudah masuk ternyata. Yasudah aku kembali ke kelas ya” Mengakhiri perkenalan dengan senyuman.
       “Okee” jawab Vinetta.
Seketika semua mata menuju kearah steven, Sahabatnya itu tidak sadar kalo dari tadi dia hanya melamum melihat Kristina.
      “Woii!!!” Teriak Carleen kepada Steven
      “Kristina Kau Cantik Sekali” jawab Steven dengan keadaan terkaget oleh teriakan Carleen barusan.
“Wahh, ternyata dari tadi kamu hanya melamun saja melihat Kristina” Vinetta berbicara dengan naha menyebalkan.
“Jangan – jangan kamu suka ya Stevan?” Tanya Carleen.

“Inget sama Peraturan kita menjelang Ulangan kenaikan kelas. Dilarang Pacaran”  Tegas Joseline.

      Waktu Pelajaran Berlanjut, yaitu pelajaran PKN yang dikenal oleh murid – murid pelajaran paling menegangkan karena guru yang amat tegas dan galak.
      “Anak – anak Kumpulkan PR minggu kemarin, yang tidak mengumpulkan keluar dari Pelajaran IBu hari ini” Tegas Bu Widya.
Semua Siswa sudah mengumpulkan PRnya , hanya Steven yang masih gelisah.
“Kenapa kamu gelisah Steven?” Tanya Carleen
“Siall!! PRku tertinggal dimeja belajarku”  jawab Stevan.
“Ahh Steven, Kamu tetap saja ceroboh seperti biasanya” Vinetta berkata dengan nada kesal.
Tiba – tiba… “Tok!tok!tok” Suara ketukan pintu terdengar..
 “Permisi Bu mau ngasih buku PR Steven yang dititipkan orang tuanya Steven”  sambil mengasihkan buku..
 “Ohh. Malaikatku Kristina, Kau telah menyelamatkan Hidupku” Bicara Steve dalam hatii.
“Nyawamu Masih diselamatkan ternyata” Sindir Carleen.

****
      “Ting!!!Ting!!” Bunyi Lonceng pulang sekolah.
      Semua murid berlari dari dalam kelas untuk pulang menuju rumah masing – masing, begitu juga dengan 4 Serangkai. Berhubung mereka pulang searah jadi mereka selalu bersama mau berangkat sekolah atau pulang sekolah.
sesampai dirumah Steven langsung menghubungin Vinetta.
“Hallo, Vinetta” Sapa Steven.
“Ya Steve? Ada apa?” Jawab Vinetta
“Kamu punya nomornya Kristina ?” Tanya Steven
“Ada, untuk apa ?” kembali menanya ke Steven
“Aku mau berterima kasih ke Kristina karena sudah membawakan Buku PR tadi” jawab Steve
“Beneran? Bukan buat yang lain – lain ?”sindir Vinetta
“tidak aku ingin berterima kasih saja” tegas Steven.
Setelah mendapatkan Nomor teleponnya Kristina , Steven langsung menelponnya..
      “Hallo? Ini  dengan Kristina ?” Sapa Steven.
“iyah ini dengan Kristina, ini siapa ya ?” sahut Kristina.
“Ini aku Steven” jawabku.
      “Oh Steven,ada apa nih sore – sore nelpon? Tanyannya.
      “Aku ingin berterima kasih buat yang tadi disekolah, saat kamu bawa buku PRku”  jelas Stevan
“Ohh yang tentang itu. Iyah sama – sama “ jawan Kristina.
      “Hmm,, yaudah ya aku hanya ini berterima kasih saja. Dahh” Akhir percakapan.
      “Yaudah.dahh” Mengakhiri sambal menutup telponnya.

***
Tak terasa Ulangan Kenaikan kelas hanya tinggal 2 Minggu lagi, semua siswa yang benar – benar  giat sangat sungguh – sungguh belajar karena udah mendekat kenaikan kelas. Termasuk 4 Serangkai itu, karena mereka tidak mau jika ada anggotanya ada yang tidak naik kelas  yang di buat oleh kecerobohan sendiri jadi mereka membuat peraturan “Dilarang Bermalas – malasan, dilarang pacaran” . Tetapi dibalik itu semua tak disangka seorang dianggotanya diam – diam melanggar peraturan itu dan berpura – pura didepan teman – temannya.  
Semua sahabat tak tahu semenjak Steven meminta nomor Kristina kepada Vinetta dari sini semua berawal, kepercayaan yang rusak, persahabatan yang rusak, dan permusuhan yang amat menyedihkan bagi Steven.
      Dipagi hari menunjukan pukul 06.30, disaat jam segini biasanya sahabat – sahabatnya sudah berada di depan rumahnya, Stevan merasa aneh dengan hari ini  karena sahabat – sahabatnya tidak ada satupun yang kerumahnya. Bergagaslah Steven langsung menuju kesekolah karena takut ada yang terjadi dengan sahabat – sahabatnya. Sesampai disekolah ternyata dikagetkan oleh Carleen,Vinetta dan Joseline yang sudah berada didepan kelas menunggu kedatangan Steven.

      “Heii,kalian kenapa kalian tak datang kerumahku tadi pagi ??” Tanya Steven kepada kawan – kawannya dengan nafas tak beraturan.
Tetapi kawan – kawannya hanya memandang kepada Steven dengan tatapan yang begitu tajam dan penuh kekesalan tampa mengeluarkan satu patah katapun kepada Steven.
“Heii, Kawan – Kawan kalian kenapa menatapku begitu ? apa ada yang salah dengan penampilanku?” Tanya Steven dengan heran.
“Tanya saja kepada dirimu sendiri apa yang salah denganmu!” Jawab Vinetta Sinis dan nada kesal.
      Mereka pergi begitu saja dari Steven memasuki kelas, Stevan pun mengikuti mereka sambil berfikir kesalahan dia. Saat Steven memasuki kelas, dia dikagetkan dengan posisi tempat duduk yang sudah diacak. Biasanya dia duduk dengan Carleen tapi sekarang tempat duduknya telah ditukar dengan Novita, sekarang Steven duduk dengan Septian (4 serangkai sangat mengetahui hanya septian yang sangat membenci mereka).
      “Heiii, kalian kenapa sih??” Tanya Steven sambil menghampiri sahabat – sahabatnya.
tampa menjawab sepatah katapun mereka pergi menjauhi Steven.
Ting!!!Ting!!! Lonceng berbunyi, betanda pelajaran dimulai..

Semua muridpun duduk ditempat masing – masing, Steven juga yang sekarang teman sebangkunya adalah Septian. Saat Steven duduk perasaan dia sudah tidak enak ,tetapi Steven mengabaikannya. Beberapa saat kemudian Septian izin kekamar mandi kepada guru. Tak disangka saat Steve berdiri terasa lengket,ternyata Steve telah dijaili oleh Septian yang menaruh permen karet dan Tip -X.

      “Sialan tuh Septian!” kata Steven dengan nada kesal.
Akan tetapi, sahabat – sahabatnya terlihat tidak peduli apa telah yang terjadi kepada sahabatnya yang sedang kesusahan.
Ting!! Ting!!! Lonceng istirahat berbunyi.
      Steven bergegas berlari menuju ke kamar mandi, tak sengaja saat dijalan menuju kamar mandi Steven berpapasan dengan Kristina.
      “Steve,Kamu kenapa ?” Tanya Kristina yang kebinggungan.
     “nanti saja ku ceritakan” Jawab Steven yang tergesa – gesa.
Sesampai dikamar mandi Steven membersikan celananya yang penuh dengan Tip-X dan permen karet.
      “Begitu sialnya aku hari ini, Sudah dijauhi oleh sahabat – sahabatku dan sekarang aku dijahili oleh Septian” Gumam Steven.
“Kenapa ya sahabat – sahabatku menjauhiku ? gumam Steven lagi.
“Apa karena aku berpacaran sama Kristina? Akanku tanyakan kepada mereka, tetapi bagaimana kalau mereka marah bukan karena aku pacaran dengan Kristina, melainkan karena hal lain. Akan ketahuanlah jika aku bertanya langsung begitu.” Pikir Steven dengan binggung sambil membersihkan celananya.
      Setelah Steven selesai membersihkan celanannya, Kembalilah Steven menuju kelas. Saat dijalan terlihat Kristina yang kebinggungan sudah menunggu didepan kelasnya.
“Steve!!” Panggil Kristina.
Steven langsung menghampiri Kristina…
“Kamu tadi kenapa ?” Tanya Kristina yang Khawatir
“hari ini aku lagi sial banget, sahabat – sahabat aku hari ini tiba – tiba menjauhiku entah kenapa dan aku juga tadi saat belajar dijahili Septian” Jawab Steven murung.
      “ hah? dijauhi oleh sahabat – sahabat kamu ? bagaimana bisa?” Heran Kristina
“aku juga tidak tahu, tiba – tiba tadi pagi mereka sudah menjauhiku” jawab Steven
“ yaudah aku aja ngomong sama mereka biar semua masalah ini tidak menjadi memanjang” Tegas Kristina.
langsunglah Kristina berjalan dengan tergesa – gesa menuju Carleen,Vinetta dan Joseline.
“Heii, maaf ganggu boleh kita ngobrol sebentar?” Kristina memulai percakapan.
“ mau ngomong apa ?” jawab mereka ber 3
      “mengapa kalian menjauhi Steven? Padahal diakan sahabat kalian..” Tanya Kristina langsung to the point.
 “Baca ini” jawab Vinetta sambil menyodorkan handphonenya.

To : Kristina
Kristina, pertama aku melihatmu mataku sudah tak bisa berpaling lagi . Perasaan yang menyentuh hatiku ini sudah tak bisa ku tahan lagi. Aku ingin menjalin hubungan denganmu lebih dari sekedar Temen.
 Apakah Kamu Mau Menjadi Kekasihku ??
From : Steven.
     “hmmm.. jadi kalian sudah mengetahui hubungan kita. Jadi itu alasannya kalian menjauhi Steven?” Tanya Kristina.
      “Yaa,karena dia sudah melanggar peraturan yang kita buat bersama disaat menjelang Ulangan Kenaikan kelas” Jawab Vinetta.
      “Dia emang salah karena melanggar peraturan itu, karena kesalahan itu tidak sepenuhnya dia yang buat. Aku yang sedikit memaksa Steven untuk menjalin hubungan yang lebih dari teman karena kita tahu bahwa kita saling mencintai, tapi kita berhubungan berpacaran bukan karena semata – mata untuk bermalas – malasan tapi untuk saling Menyemangati satu sama lain. Tentang SMS itu aku yang menyuruhnya dia untuk menembaku ,kan tidak pantas seorang perempuan yang menembak cowonya jadi Steven mengirimkan SMS itu. “ Kristina menjelaskan
      “Sudah tak perlu dijelaskan lebih lanjut lagi, mungkin mereka juga sudah sangat kesal karena aku melanggar peraturan yang kita buat bersama” Suara Stevan tiba –tiba memotong percakapan mereka.
      “Tunggu Steve, aku sudah mendengarkan semua dari Kristina. Apakan kamu berpacaran tidak akan bermalas – malasan ?” Tanya Vinetta,Carleen dan Joseline.
      “tenting tidak untuk bermalas – malasan, bagaimana mau bermalas – malasan saat pacaran dengan Kristina aku sedikit saja bermalas – malasan langsung dimarahi oleh Kristina. Jadi aku tidak mungkin bermalas – malasan.” Jawab Steven.
      “jadi aku mohon kalian berdamailah dengan Steven dan aku mohon juga untuk memaafkan Steven karena ini juga bukan kesalahan Steven sepenuhnya tetapi ada kelasalahan aku juga” Mohon Kristina kepada Carleen,Vinetta dan Joseline.
      “Kami juga berjanji tidak akan bermalas – malasan kerena kamu berpacaran dan kami juga berjanji akan naik kelas serta menjadi 5 besar dikelas. “ Tegas Kristina lagi.
      “Yaudah aku maafkan deh, aku juga minta maaf karena tidak mendengarkan penjelasanmu terlebih dahulu Steve. Aku baru mendengar penjelasanmu saat Kristina. Vinetta meminta maaf.
      “Kami juga minta maaf karena telah keterlaluan menjauhimu Steven” pinta Carleen,Vinetta dan Joseline.
      “yasudah nanti sepulang sekolah kita kita belajar bersama” ajak Joseline.
      Sepulang sekolah merekapun terus belajar bersama, selama 2 minggu menjelang Ulangan kenaikan kelas.
      Besok adalah hari pertama mereka menjalani kegiatan Ulangan kenaika kelas,semua siswa serius mengerjakan soal – soal yang diberikan selama 5 hari ulangan kenaikan kelas. Tak terasa ulangan kenaikan kelas sudah selesai tinggal menunggu pembagian Rapot kenaikan kelas pada Tanggal 29 Juni.
      Waktu menunjukan pukul 7.45, semua siswa wajib kumpul berserta orang tua jam 08.00. karena hari ini adalah hari pembagian raport kenaikan kelas. Saat sesampainya disekolah semua orang tua siswa dipersilakan masuk kedalam kelas untuk mengambil rapot. Semua siswa menunggu diluar terlihat muka semua siswa merasa tegang termasuk juga Vinetta,Carleen,Joselin,Kristina dan Steven. Saat orang tua masing – masing keluar langsung kami yang mengambil rapot dan membukanya..
      “Yeahhh!!! Aku naik kelas dan dapet Juara 2 dikelas” Teriak Carleen.
      “Horeee!!! Aku juga naik kelas dan dapet juara 2 juga” teriak Kristina girang.
“Yesss!!! Aku juga ternyata naik kelas tapi dapet juara 4 tapi yang penting 5 besar” Joseline juga tak mau kalah.
“ Jeng Jeng Jeng!!! Aku juga naik kelas dong! Juara 1 dikelas “ Vinetta juga tak mau kalahh..
“Nah sekarang tinggal Steven nihh, ayok dong buka rapotnya” sindir Joseline.
“Awas aja ga naik kelas” ancam Vinetta
“Ihh amit” dahh, jangan nakut”in dehh” jawab Steven sambil tegang karena belum tau hasil rapotnyaa..
“yaudah buka aja rapotnya,aku pengen tau hasilnya” perintah Kristina yang penasaran.
“yaudah aku bukan nih yaa” jawab Steven.
“Yaahhhhh..Aku ga naik kelas tapi dapet juara 3 dikelas” jawab steven.
“Hah?seriusan ? jawab Kristina.
“Tunggu – Tunggu, ga naik kelas kok dapet juara 3??” Vinetta heran..
“Coba sini aku lihat.” Carleen langsung mengambil rapot steven.
“Wahh kacau ini, ternyata Juara 3 dikelas X-IPS ga bisa baca. Masa tulisan ‘NAIK KELAS dibaca TIDAK NAIK KELAS’ “ Carleen berbicara.
“Jadi semua naik kelas nih ya?” Tanya Joseline.
“Yapp” jawab Carleen.

“Oke mulai sekarang , Tidak ada peraturan yang melarang berpacaran asalkan tidak mengganggu kegiatan belajar kita dan jangan sampai ada masalah kayak yang waktu itu lagi yaa..”

      Merekapun sekarang semua memiliki kekasih, tampa menggangu persahabatanya yang begitu erat dan juga tampa menggangu kegiatan belajarnya. Sampai mereka lulus dari SMA itu mereka masuk perguruan tinggi yang diinginkan dan mereka semua tetap bersahabat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komentar